Bagaimanapun Juga Indonesia Akan Selalu Ngangenin

Posted on Updated on

untitled-1Ada istilah you can take me out from Indonesia, but you can not take Indonesia out from me. Sebagus apapun negara lain yang kita tempati. Kita pasti akan selalu rindu dan merasa lebih enak tinggal di negara kita Indonesia, seperti kata pepatah “Dari pada hujan emas di negeri orang, lebih baik hujan batu di negeri sendiri”.
Meninggalkan Indonesia selama kurang lebih 6 bulan membuat saya pribadi masih sering mengalami homesick, walaupun bukan kali pertama singgah di luar Indonesia. Jujur saja memang, hidup di luar negeri terkadang terasa lebih menyenangkan, rasanya mata ini selalu dimanjakan dengan hal-hal yang cantik, indah, dan rapi. Tidak susah bagi kita untuk menemukan area hijau, taman bermain, hutan-hutan kecil, dan tempat camping yang nyaman. Walaupun sebenarnya banyak juga di Indonesia tempat indah seperti itu tapi harus menempuh perjalanan jauh, apalagi saya yang tinggal di daerah perkotaan yang tertutup dengan gedung-gedung pencakar langit, belum lagi macet. Ibaratnya yaah, jarak tempuh Surabaya-Denpasar, Bali yang sekitar 415 km jika ditempuh melalui jalan darat dengan mobil, kita baru bisa tiba setelah +/- 10 jam, tapi kalo di Australia dengan jarak yang sama, kita bisa tempuh hanya dengan 4 jam lama perjalanan saja. Itu yang membuat saya kadang-kadang zeeebelll, dan lagi, sepanjang mata memandang hampir sepanjang jalan itu ditata sedemikian rupa, hingga begitu rapi, hijau, segar, dan no maceett.

Walaupun begitu, saya selalu merindukan Indonesia, sempat suatu hari saya bingung, gelisah sendiri, tidak tau mau melakukan apa, bukan karena internet saya yang habis quotanya waktu itu, tapi karena saya ingin melalukan sesuatu yang hanya bisa di lakukan di kampung halaman saya dan tidak bisa di lakukan di Australia, waktu itu saya ingin bicara dengan menggunakan bahasa jowo suroboyoan, dan itu benar-benar membuat saya sakit kepala karena tidak bisa kesampaian dan tidak menemukan lawan bicara, apalagi tidak ada internet haddeeww. Yang bikin sedih juga waktu lagi pengen rujak cingur, mau cari cingur sapi dimana coba’, masa iya harus sembelih sapi dulu terus diambil hidungnya. Kalau saat hujan biasanya selalu ada bakso, pangsit atau makanan hangat lainnya yang lewat depan rumah, tapi disana enggak bakal ada, bisa sih delivery order, tapi rasanya beda. Pas lagi belanja ma temen dan lagi pengen makanan jeroan kayak hati, ampela dan jantung, dia nyeletuk “lho kamu punya hewan peliharaan?”. dengan sedikit shock saya menimpali,”oh, enggak, cuma mau ngecek harga, mau bandingin dengan harga di negaraku. hehe”. Padahal dalam hati itukan buat aku, tapi besoknya saya belanja sendiri cuma untuk beli jeroan. Tuh enaknya tinggal di Indonesia, makan apa aja g ada yang ngomentarin, terserah mau makan kepala kek, jeroan kek, kaki kek, buntut pun juga jadi santapan, malah enak bikin nagih.

Sekarang ini saya lagi menikmati pulang kampung, seneng banget banyak ketemu temen-temen, sambang sana sambang sini, ketemu keluarga, blusukan di Surabaya. Kalau ingat 3 minggu lagi saya harus balik ke Australia dan akan menetap +/- satu tahun disana, saya jadi merasa gelisah sendiri.

Bagaimanapun indahnya negara lain yang bak permata, masih tetap lebih indah Indonesia, karena di sinilah harta karunku sebenarnya berada.

Aku Cinta Indonesia

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s