Suka Duka Menikah Dengan Orang Asing/Bule Part I

Posted on Updated on

Halo semua, saat ini saya ingin berbagi pengalaman saya, mungkin lebih tepatnya berbagi kesan yang saya rasakan sebagai seorang wanita yang bersuamikan pria berwarganegaraan  asing/bule. Saya merasakan banyak sekali perubahan, tetapi bukan perubahan dari single ke double, atau perubahan tugas dan kebiasaan setelah menyandang status menjadi ibu rumah tangga. Tetapi lebih tepatnya perubahan yang saya rasakan dari lingkungan sekitar.

Seperti yang kita ketahui bahwa kehadiran orang asing masih dipandang heboh di mata masyarakat, terlebih masyarakat yang tinggal di daerah yang bukan objek pariwisata, tidak seperti Pulau Bali dan Lombok yang kebanyakan masyarakatnya sudah terbiasa dengan kehadiran para bule yang berseliweran dikarenakan tempat tersebut sudah terkenal menjadi objek wisata internasional. Jadi bayangkan bule yang sedang melewati jalan saja bisa menjadi perhatian banyak mata, apalagi seorang pribumi yang menikah dengan bule, pastinya banyak pertanyaan yang membendungi pikiran mereka seperti kapan mulai berkenalan, bagaimana kejadian saat pertama kali bertemu, kenapa kok milih bule, bahkan terlontar pula pertanyaan kok bisa nikah sama bule. Awal-awalnya saya masih dengan senang hati menjawab pertanyaan-pertanyaan mereka bahkan menceritakan dari awal kami bertemu, sampai memutuskan menikah dan sampai kesan tinggal bersama suami di negaranya. Tapi sayangnya cerita tersebut harus saya ulang terus menerus karena bukan satu atau dua orang yang menanyakan, karena setiap dimana saya berada selalu ada saja pertanyaan-pertanyaan seputar pernikahan saya dengan bule, hingga membuat saya enggan untuk menanggapi (sempat terpikir bikin rekaman, jadi kalau ada yang tanya tinggal nyodorin rekaman aja, biar ga perlu ngulang lagi). Padahal lho bule juga manusia, sama saja seperti kita-kita orang Indonesia, kalau ada yang tanya kok bisa nikah dengan bule, mending kalian tanya langsung deh sama Tuhan.

Curahan hati saya di atas merupakan salah satu dari sekian banyak duka yang saya rasakan, dan duka yang lainnya yaitu beberapa dari orang yang saya kenal, mereka beranggapan bahwa bule adalah mesin ATM, jika dihubungkan maka saya menikahi mesin ATM. Saat sebelum dekat dengan pria yang menjadi suami saya, kalau ada yang pinjam uang, pasti mereka kembalikan walaupun meleset dari perjanjian awal waktu pengembalian. Tapi setelah mereka tahu bahwa saya dekat dengan bule, setelah pinjam uang mereka tiba-tiba hilang dan bahkan seperti mereka tidak ada beban kalau mereka punya hutang, sampai ada beberapa yang dicicil sedikit demi sedikit tapi sedikit banget, jadi lama dan kesal sendiri jadinya. Dan secara tiba-tiba saya menjadi seperti bank tempat untuk berhutang. Saya benar-benar tidak paham dengan cara berfikir mereka, satu sisi terkadang membuat saya tersinggu karena saya beranggapan bahwa mereka pasti mengira bahwa hidup saya enak hanya tinggal minta uang ke bule, dan tidak perlu kerja. Padahal dibalik semua itu uang-uang yang mereka pinjam ialah hasil keringat saya sendiri. Jadi saya sangat berharap semoga tidak ada lagi orang-orang yang beranggapan bahwa bule adalah mesin ATM, dan beranggapan bahwa wanita yang menjalin hubungan dengan pria bule bisa gampang dapet uang, tinggal minta saja. Asal kalian tahu para bule pun tidak akan mau dengan wanita yang seperti itu, dan juga mereka tidak akan mau diperlakukan seperti mesin ATM, karena mana ada pria yang menyukai wanita matrealistis.

Hal lain yang mengganggu ialah yang secara mendadak banyak permintaan untuk dikenalkan dengan bule, baik pria maupun wanita saat ditengah perbincangan dengan saya. Awalnya jika ada teman wanita yang menanyakan hal itu saya menanggapi dengan, “sepertinya saya punya teman bule pria yang bisa saya kenalkan dengan mu”. Dan pada saat saya sampaikan maksud saya kepada bule tersebut, ada ketidaktertarikan dia terhadap wanita ini, saat saya sampaikan kepada teman wanita saya, dia menanggapi dengan,” ok jodohkan saya dengan yang lain”, sampai akhirnya saya merasakan dia sedikit mem-push saya untuk segera diperkenalkan dengan pria bule.

Dan hal lain ialah, entahlah mungkin mindset orang Indonesia yang selalu berpikir negatif, jika saya dan suami menginap atau lagi jalan-jalan berdua, kebanyakan beranggapan bahwa kami hanyalah pasangan yang sudah tidur bersama tanpa ikatan pernikahan. Serta pelayanan yang saya terima masih disktiminatif, seperti di restaurant, bagaimana para pelayan melayani bule dengan begitu ramahnya tapi ke lokal mereka secara tiba-tiba berubah, tidak drastis tapi tidak seramah mereka ke bule, walau memang tidak semua pelayanan restaurant seperti itu, hanya saja, come on… kalian bukannya orang Indonesia juga, kenapa sebagai sesama harus diperlakukan seperti itu.

Tapi terlepas dari semua itu saya sangat bersyukur karena banyak teman dan juga saudara yang berbahagia dengan kehidupan saya saat. Apalagi hal ini membuat saya semakin banyak belajar, baik dalam bahasa, karakter dan budaya. Tapi hal itu bukan berarti membuat saya harus menanggalkan ke Indonesiaan saya dan menukarkannya dengan hal-hal yang kebarat-baratan, serta mengubah cara pergaulan saya dihadapan teman dan saudara-saudara saya, karena bagaimanapun saya orang Indonesia, kekayaan bumi Indonesialah yang menghidupkan saya sampai saat ini. Dan saya pun bersyukur karena memiliki suami yang begitu menghargai Indonesia.

Yah itulah duka saya yang saya rasakan menjadi pasangan bule, tapi walaupun begitu tidak membuat saya menyesal telah memilih dia menjadi suami saya, dan semoga Tuhan selalu menjaga dan melindungi keharmonisan keluarga kecil saya. Amiin

Dicerita selanjutnya:

Suka Duka Menikah Dengan Orang Asing/ Bule Part II (Kehidupan Pernikahan)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s